Kemarilah sahabat beliaku, karena waktu telah mempertemukan kita kembali di satu ruang, dimana hanya ada kita berdua. Aku dan kamu. Lalu abaikan dulu mereka yang berada di luar, mereka yang tidak tahu menahu tentang cerita kita. Karena mereka tidak akan mengerti, tentang arti rasa yang tertanam dan telah mengakar dalam hati kita.
Katakan rindumu, keluhkan resahmu. Karna semua kata yang belum pernah terucap, itulah yang kutunggu. Jangan ragu, jangan takut. Di sini hanya ada kita, kendati mereka berlalu lalang di luar sana, waktu ini hanya milik kita. Percaya padaku, genggam tanganku bila mau. Dan segala keresahan itu, keluarkanlah dulu. Menangislah di pelukanku. Seperti dulu, aku yang selalu mengadu dalam sendu.
Lalu, waktu yang membuat kita takjub itu, berhenti sesaat untukmu. Seolah memberi kesempatan untuk kita mengadu rindu. Setelah tahun yang terus memperaharui diri, sementara bumi dan langit menua, menyaksikan kita yang mekar mendewasa, sambil terus menyimpan cerita.
Tentangku, tentangmu, tentang kita berdua.